MEDIA

Teleshop Kembangkan Peer to Peer Lending

 Bisnis.com, JAKARTA — PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) akan meluncurkan produk teknologi finansial (tekfin) melalui anak usahanya yaitu PT Tele Utama Nusantara (TUN).

 
CEO Tele Utama Nusantara Slamet Riyadi menyatakan salah satu produk yang digarap oleh PT TUN saat ini adalah sistem peer to peer lending.“Sekarang masih dalam tahap pengembangan,” ujarnya usai Konferensi Pers Teleshop di Jakarta, Senin (12/3/2018).
 
Slamet mengatakan upaya ini dilakukan melihat situasi ekonomi yang semakin serba digital, didukung oleh penetrasi internet dan ponsel pintar yang kian tinggi, sementara akses perbankan masih rendah.
 
TUN menyasar pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum memiliki akses ke sistem perbankan konvensional juga masyarakat di daerah rural.
 
“Kami menyediakan digital solution, sekaligus mendukung pemerintah dalam hal financial inclusive,” ungkap Slamet.
 
Sementara itu, saat ini TUN telah memiliki platform pembayaran digital berbasis Android yakni solusi berbasis teknologi (Sobate) Teleshop.
 
Dalam praktiknya Teleshop merupakan layanan payment point online bank (PPOB) yang menjadikan Teleshop sebagai merchant aggregator.
 
Beberapa layanan pembayaran yang dapat dilayani Teleshop di antaranya pembelian pulsa, pembayaran listrik dan air, cicilan leasing, televisi berlangganan, hingga BPJS Kesehatan. Ada pula pembayaran tiket perjalanan dan kamar hotel.
 
Slamet mengatakan saat ini telah ada lebih dari 380 biller yang dapat ditransaksikan dan akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan.
 
“Kemarin ada masukan katanya supaya bisa bayar [tiket] event juga. Jadi akan terus kami tambah,” ujar Slamet.
 
Ada pula platform online to offline (O2O)  yang membuat para mitra Teleshop dapat memberikan layanan digitala kepada konsumen mereka.
 
Saat ini terdapat 25.000 mitra UMKM pengguna Teleshop di Jawa, Madura, Bali, hingga Papua yang terdiri atas para penjual voucher pulsa, minimarket, warung-warung kecil, gerobak kaki lima, kantin sekolah, dan koperasi.
 
Soal perizinan, Slamet menyatakan dirinya telah menghadap Bank Indonesia dan OJK untuk memberitahukan layanan teranyarnya ini. Namun, izin lebih lanjut masih belum diurus karena pengguna Teleshop masih di bawah 300.000 mitra.
 
Adapun, dari sisi keamanan transaksi, Thomas Semedi GM Sales Marketing Teleshop mengatakan para mitra tak perlu khawatir karena Teleshop telah dibentengi proteksi berlapis.
 
“Untuk firewall saja kita pakai 3 lapis,” ujar Thomas.
 
Selain itu, menurut Thomas, ada teknisi dan customer service yang siap sedia menangani keluhan yang terjadi. Bahkan, dia mengklaim permasalahan akan ditangani tidak lebih dari 1x24 jam.
 
Sumber: Bisnis.com